Home
  • Keinginan seorang pemuda untuk berwirausaha tidak jarang mengundang komentar sinis dari berbagai pihak, termasuk dari lingkungan keluarganya. Jika pemuda tadi berasal dari keluarga yang mapan, selalu ada saja generasi pendahulunya yang meremehkan cita-citanya. Generasi-generasi senior tadi akan jauh lebih gembira jika keturunan mereka mau melanjutkan bisnis yang telah dirintisnya. Jika berhasil, jangan terlalu berharap ada tepuk tangan pemberi semangat bergema di telinga. Bisa saja malah komentar demotivasional yang bakal terdengar, "Nggak ada yang luar biasa. Siapapun kalau punya modal, pasti bisa seperti dia!". Kalau keinginan tadi diungkapkan seorang pemuda dari kalangan ekonomi susah, komentarnya sama-sama menyakitkan, "Ah, pemuda itu sedang mimpi di siang bolong! Dari mana dia punya modal untuk berusaha" Kalau berhasil, setali tiga uang, "Ah, itu hanya sebuah kebetulan! Cuma satu dari seribu yang berhasil seperti dia."
  • Aliran kas merupakan oksigen bagi semua bisnis, baik bisnis dalam skala besar maupun skala kecil menengah. Survey mengatakan bahwa 63% usaha kecil menengah (UKM) hanya bisa bertahan hidup selama 6 tahun, penyebab utama kebangkrutan mereka adalah ketidak mampuan dalam menjalankan manajemen aliran kas dengan baik. Hal ini di dukung oleh penelitian lain yang mengatakan bahwa sekitar 40 ? 80% usaha kecil menengah mengalami kebangkrutan disebabkan kekurangan kas, atau dengan kata lain ketidakmampuan pemilik dalam mengimplementasikan manajemen aliran kas.
  • Dalam era sekarang ini, persaingan untuk "berani hidup" membutuhkan suatu upaya yang lebih berat. Kalau dulu dengan ijasah S1 saja seseorang dengan mudah mendapatkan pekerjaan layak, maka sekarang keadaan sudah berubah. Data BPS hingga Pebruari 2009 menunjukkan bahwa pengangguran tercatat 9,26 juta orang, dimana hal ini belum termasuk pengangguran terselubung. Dari 9,26 juta tersebut, jumlah sarjana yang menganggur menurut data DIKTI hingga Agustus 2009 mencapai 961.000 lulusan atau sekitar 10% nya.